Selasa, 02 Juli 2013

Efektifkah BLSM untuk rakyat pada saat ini dengan Kenaikan Harga BBM


BLSM atau Bantuan Langsung Sementara Masyarakat adalah bantuan yang dibagikan pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat berpendapatan rendah sebagai kompensasi atas kenaikan BBM (bahan bakar minyak).  Melihat kenyataan ini, program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sangat berarti bagi warga miskin ini. Program seperti ini bukan yang pertama. Pada saat pemerintah menaikkan harga BBM 2005 dan 2008, bantuan uang kas kepada masyarakat miskin juga dilakukan. BLSM ini akan dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu sebesar Rp. 150.000 per kepala keluarga (KK) yang akan berlangsung selama empat bulan ke depan.

Namun pertanyaannya disini adalah seberapa efektifkah bantuan itu setelah kenaikan harga BBM ?

Menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan langkah strategis untuk menyelamatkan APBN dan ekonomi seacara umum. Kebijakan itu merupakan pilihan terakhir dari banyak alternatif untuk menciptakan APBN yang sehat.

Namun tidak bisa dipungkiri masih banyak rakyat Indonesia yang keadaan ekonominya dilevel menengah kebawah. Rencana pemerintah yang akan mengucurkan BLSM sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM dirasa tidak efektif. BLSM yang nilainya Rp 150.000 tiap bulan selama empat bulan tidak akan berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Banyak dana BLSM tersebut  dinilai tidak tepat sasaran, seperti orang yang masih dinilai mampu tetapi mendapatkan jatah BLSM lalu orang yang sudah meninggal setahun yang lalu tetapi masih mendapatkan jatah BLSM. Banyak pula warga miskin yang kecewa karena namanya tidak terdata sebagai penerima BLSM.

Dengan naiknya harga BBM dirasa sangat memberatkan masyarakat, karena selain harga minyak yang naik, harga kebutuhan pokok dan trasportasi massal pun ikut merangkak naik.

Jadi menurut saya sudah saatnya pemerintah membuka banyak lowongan pekerjaan dan pelatihan kewirausahaan agar dengan adanya kenaikan BBM ini tidak lebih memperburuk keadaan masyarakat kedepannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar