Jumat, 11 April 2014

HAKI dalam Industri Kreatif di Indonesia

Pengertian Industri Kreatif

Industri Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Industri kreatif juga dikenal dengan nama lain Industri Budaya (terutama di Eropa) atau juga Ekonomi Kreatif. Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Sub-sektor yang merupakan industri berbasis kreativitas di Indonesia berdasarkan pemetaan industri kreatif yang telah dilakukan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia adalah:
  1. Jasa Periklanan
  2. Arsitektur
  3. Senirupa
  4. Kerajinan
  5. Desain
  6. Mode (fashion)
  7. Film
  8. Musik
  9. Seni Pertunjukan
  10. Penerbitan
  11. Riset dan Pengembangan
  12. Software
  13. TV dan Radio
  14. Video game
Pengertian HAKI ( Hak Atas Kekayaan Intelektual )
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan hak yang diberikan kepada orang-orang atas hasil dari buah pikiran mereka. Biasanya hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran si pencipta dalam kurun waktu tertentu. HAKI adalah hak yang berasal dari hasil kegiatan kreatif suatu kemampuan daya pikir manusia yang diekspresikan kepada khalayak umum dalam berbagai bentuknya, yang memiliki manfaat serta berguna dalam menunjang kehidupan manusia, juga mempunyai nilai ekonomis.

Secara Umum HAKI dibagi dua yaitu:
  1. Hak Cipta.
  2. Hak Kekayaan Industri, meliputi:
    •  Paten
    • Merek
    • Desain Industri
    • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu 
    • Rahasia Dagang, dan 
    • Indikasi

HAKI dalam Industri Kreatif di Indonesia
 
Maraknya pertumbuhan industri kreatif di Indonesia ternyata tidak hanya memberikan peluang kerja yang semakin besar bagi masyarakat lokal, namun juga diikuti oleh kasus pembajakan buah karya para pekerja kreatif yang semakin hari pergerakannya semakin pesat.
Berbagai macam produk kreatif dari mulai piranti lunak (software), desain, produk fashion, aneka kerajinan, buku, permainan interaktif, film, video, musik, maupun produk kreatif lainnya, menghadapi ancaman yang sama yaitu kasus pembajakan produk ataupun kasus pencurian ide kreatif oleh oknum-oknum yang kurang bertanggungjawab.
Kondisi ini memang cukup memprihatinkan, dimana hasil karya intelektual para pekerja kreatif yang tak ternilai harganya, bisa dibajak dengan begitu mudahnya oleh pihak lain yang ingin mendapatkan untung besar dari tindakan curang tersebut.

Adanya kemajuan teknologi, menjadi salah satu faktor pendukung maraknya tindakan pembajakan. Dengan bantuan teknologi yang semakin modern, para pembajak bisa menduplikasi sebuah merek atau produk dengan sangat mudah. Sehingga tidak heran bila sekarang ini tidak hanya merek besar dari luar negeri saja yang menghadapi kasus pembajakan, namun juga para pekerja kreatif lokal yang sedang merintis kerajaan bisnisnya.

Meskipun begitu, bukan berarti kasus pembajakan bisa dibiarkan merejalela di Indonesia. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pelaku industri kreatif untuk melindungi karya ciptanya. Yang pertama yaitu melengkapi produk kreatif dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), hal ini penting karena produk kreatif perlu dilindungi dan didokumentasikan untuk meningkatkan nilai tambah produk tersebut. Dalam hal ini, HAKI bisa meliputi hak paten, merek, desain industri, perlindungan integrated circuit, rahasia dagang, indikasi geografis asal barang, dan varietas tanaman.

Selain melengkapi produk kreatif dengan sertifikat HAKI, selanjutnya kita bisa melawan pembajakan dengan meningkatkan kreativitas dalam berkarya. Contohnya saja seperti kreativitas yang diterapkan Dewi “Dee” Lestari ketika meluncurkan novel pertamanya yang berjudul Supernova. Ia sengaja mencetak bukunya dalam dua versi, yang pertama dicetak dengan kertas HVS untuk membidik konsumen kelas atas, dan yang kedua dicetak menggunakan kertas koran untuk membidik konsumen kelas menengah ke bawah. Cara ini sengaja dipilih Dewi untuk melindungi buah karyanya dari para pembajak buku yang belakangan ini juga semakin mewabah di berbagai pelosok daerah.

Sumber : 



Senin, 03 Maret 2014

Sistem Hukum Ekonomi yang Berlaku di Indonesia

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.

Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi adalah suatu susunan dari unsur-unsur ekonomi yang saling berhubungan dan bekerja sama sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu terpenuhinya kebutuhan yang bersifat materi. Tujuan dari system ekonomi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat suatu Negara. Adapun tugasnya adalah menjawab tiga pertanyaan pokok dalam perekonomian, yaitu:

- what? Barang apa yang harus diproduksi?
- How? Bagaimana cara memproduksinya?
- For whom? Untuk siapa barang tersebut?

sistem ekonomi negara-negara di seluruh tidaklah sama. mereka menerapkan sistem yang sesuai dengan situasi dan kondisi negaranya masing-masing. 
Hukum Ekonomi 
Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau pertalian peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari dalam masyarakat.
Hukum Ekonomi di bedakan menjadi 2,yaitu :

1. Hukum ekonomi pembangunan, adalah yang meliputi pengaturan dan pemikiran hukum mengenai cara-cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi Indonesia secara Nasional.

2. Hukum Ekonomi social, adalah yang menyangkut pengaturan pemikiran hukum mengenai cara-cara pembangian hasil pembangunan ekonomi nasional secara adil dan martabat kemanusiaan (hak asasi manusia) manusia Indonesia.

Asas-asas hukum ekonomi indonesia :

a. Asas manfaat
b. Asas keadilan dan pemerataan yang berperikemanusiaan.
c. Asas keseimbangan, keserasian dan keselarasan dalam perikehidupan.
d. Asas kemandirian yang berwawasan kebangsaan.
e. Asas usaha bersama atau kekeluargaan
f. Asas demokrasi ekonomi.
g. Asas membangun tanpa merusak lingkungan.

Dasar hukum ekonomi Indonesia :
a. Uud 1945
b. Tap mpr
c. Undang-undang
d. Peraturan pemerintah
e. Keputusan presiden
f. Sk menteri
g. Peraturan daerah

Ruang lingkup hukum ekonomi jika didasarkan pada klasifikasi internasional pembagiannya sbb:

1. Hukum ekonomi pertanian atau agraria,
2. Hukum ekonomi pertambangan.
3. Hukum ekonomi industri, industri pengolahan
4. Hukum ekonomi bangunan.
5. Hukum ekonomi perdagangan, termasuk juga norma-norma mengenai perhotelan dan pariwisata.
6. Hukum ekonomi prasarana termasuk gas, listrik air, jalan.
7. Hukum ekonomi jasa-jasa, profesi dokter, advokad, pembantu rumah tangga, tenaga kerja.
8. Hukum ekonomi angkutan.
9. Hukum ekonomi pemerintahan termasuk juga pertahanan dan keamanan (hankam) dll.

Sumber Hukum Ekonomi :

a. Meliputi : perundang-undangan; perjanjian; traktat;jurisprudensi; kebiasaan dan pendapat sarjana (doktrin)
b. Tingkat kepentingan dan penggunaan sumber-sumber hukum. Hal ini sangat tergantung pada kekhususan masing-masing masalah hukum atau sistem hukum yang dianut di suatu negara.

Fungsi Hukum Ekonomi dalam Pembangunan :
a. Sebagai sarana pemeliharaan ketertiban dan keamanan
b. Sebagai sarana pembangunan
c. Sebagai sarana penegak keadilan
d. Sebagai sarana pendidikan masyarakat

Tugas Hukum Ekonomi :
a. Membentuk dan menyediakan sarana dan prasarana hukum bagi
b. Peningkatan pembangunan ekonomi
c. Perlindungan kepentingan ekonomi warga
d. Peningkatan kesejahteraan masyarakat
e. Menyusun & menerapkan sanksi bagi pelanggar
f. Membantu terwujudnya tata ekonomi internasional baru melalui sarana & pranata hukum.
Sistem Ekonomi yang Berlaku di Indonesia

Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, dan Sistem Ekonomi Campuran adalah tiga sistem ekonomi yang secara umum dikenal di seluruh dunia. Bagaimana dengan sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia? Indonesia tidak menganut Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, maupun Sistem Ekonomi Campuran. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi maka dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat.

Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap war ga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Negara sangat mengakui setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.

Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Selain ter cantum dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945, demokrasi ekonomi tercantum dalam Tap MPRS No. XXII/MPRS/1966 sebagai cita-cita sosial dengan ciri-cirinya. Selanjutnya, setiap Tap MPR tentang GBHN mencantumkan demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dengan ciri-ciri positif yang selalu harus dipupuk dan dikembangkan. Ciri-ciri positif diuraikan dalam poin-poin berikut:

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efesiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  5. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
  6. Warga memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  7. Hak milik perseorangan diakui pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  8. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  9. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem perekonomian kita karena bersifat kontradiktif dengan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :
  1. Sistem Free Fight Liberalism, yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan  bangsa lain.
  2. Sistem Etatisme, negara sangat dominan serta mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
  3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Sumber:

 http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2132294-pengertian-sistem-ekonomi/#ixzz2uyZDLVeT

 http://karlinaaafaradila.wordpress.com/2012/03/15/aspek-hukum-dalam-ekonomi/

http://ekonomikelasx.blogspot.com/2012/11/sistem-demokrasi-ekonomi-democracy-of.html

Kamis, 23 Januari 2014

Tugas Kelompok Ekonomi Koperasi #Softskill

HASIL AKHIR LAPORAN
KUNJUNGAN KOPERASI
SEJAHTERA BERSAMA (SB) MART

Disusun Oleh :
Nama Kelompok :           1. Andro THG Damanik          ( 28212121 )
2. Benny Ricki Sitorus            ( 21212427 )
3. Cahya Drajat                       ( 21212541 )
4. Darel Akhir Syawal             ( 21212717 )
5. Dedi Butarbutar                  ( 21212788 )
6. Rio Bagas Saputra              ( 26212424 )

Kelas                 :         2EB02
Mata Kuliah       :         Ekonomi Koperasi (#Softskill)

Hasil Laporan :
No
Hari / Tanggal
Materi Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Paraf
1.
Jumat, 4 Oktober 2013
Perkenalan
1.    Memperkenalkan diri
      anggota kelompok dan menyampaikan maksud dan tujuan

2.       Memberikan Motivasi
Pkl. 09.00 – 11.30
WIB
Pendamping :
1. Dedi butarbutar
2. Cahya Drajat
Koordinator :
Pak Sriyanto                     
     
 Ttd
2.
Sabtu, 12 Oktober 2013
Pengertian Konsep dan Lingkungan Pemasaran.
1.     Pemasaran adalah suatu kegiatan ekonomi yang meliputi kegiatan merencanakan, menentukan, harga sampai kepada mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa ke konsumen.
2.      Definisi pemasaran bersandar pada konsep inti yang meliputi :
     Kebutuhan (Needs)
     Keinginan (Wants)
     Permintaan (Demands)
Pkl. 10.00 – 13.30
WIB
Pendamping :
1. Benny Sitorus
2. Andro Damanik
Koordinator :
1. Suwandi
2. Dadang
 Ttd
3.
Jumat, 18 Oktober 2013
Fungsi – Fungsi Pemasaran.
1.       Fungsi Penyimpanan, menjelaskan tentang metode penyimpanan seperti metode FIFO dan LIFO.
2.       Fungsi Transportasi, menjelaskan tentang :
·         Pemilihan lokasi produksi yang tepat
·         Penentuan area pasar yang dilayani
·         Pemilihan bentuk produk yang dipasarkan
·         Pembuatan standard ukuran dan kualitas produk yang dipasarkan
3.       Fungsi Standarisasi dan grading, yaitu :
Penentuan batas – batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang – barang manufaktur atau juga bisa menyederhanakan, mempermudah, serta meringankan biaya pemindahan komoditi dalam pemasaran.
4.       Fungsi Periklanan
·         Informing, adanya iklan membuat konsumen sadar akan merek – merek baru membidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merk.
·         Persuading, iklan yang efektif akan mampu mempersuasi pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan.
·         Adding value, periklanan memberi nilai tambah pada merk dengan mempengaruhi persepsi konsumen.
Pkl. 13.00 -18.00 WIB
Pendamping :
1. Darel Akhir Syawal
2. Rio Bagas
Koordinator :
1. Suwandi
2. Dadang
           Ttd
4.
Jumat, 25 Oktober 2013
Faktor – Faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian.
1.       Faktor Eksternal :
Merupakan faktor yang meliputi :
Pengaruh keluarga, Kelas sosial, Kebudayaan, Marketing strategi, dan   Kelompok referensi.
2.       Faktor Internal :
Merupakan faktor yang meliputi :
Motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, dan kepribadian.

4 Tipe proses pembelian konsumen :
1. Proses Complex decision making, yaitu terjadi bila keterlibatan kepentingan tinggi pada pengambilan keputusan yang terjadi.
2. Proses brand loyalty, yaitu konsumen belajar dari pengalaman masa lalu dan membeli merk yang memberikan kepuasan yang tinggi dengan sedikit atau tidak ada proses pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
3. Proses limited decision making, yaitu konsumen membeli barang mencoba – coba, dalam hal ini untuk membandingkan terhadap barang yang lain yang biasanya dikonsumsi.
4. Proses inertia, inertia berarti konsumen membeli merk yang sama bukan karena loyal kepada merk tersebut, tetapi karena tidak ada waktu yang cukup dan ada hambatan mencari alternatif, proses pencarian informasi terhadap evaluasi dan pembelian merk.
Pkl. 13.00 – 17.00 WIB.
Pendamping :
1. Cahya Drajat
2. Rio Bagas
Koordinator :
1. Suwandi
2. Dadang

 Ttd
               
5.
Selasa, 29 Oktober 2013
1.       Mengukur dan meramal pasar permintaan









2.       Beberapa hal strategis yang harus dilakukan dalam memasarkan produk atau jasa
1.1.    Melakukan penelitian pasar tentang pelanggan untuk menentukan apa yang mereka senangi atau tidak disenangi, Serta bagaimana mereka merasakan produk yang kita pasarkan.
1.2.    Perlunya menganalisis sifat – sifat dasar para pelanggan, dalam hal ini untuk mengetahui apa yang mereka miliki pada umumnya atau produk – produk apa yang mereka sering gunakan dalam kebutuhannya.
1.3.    Perlunya meninjau manfaat dari penggunaan produk atau jasa yang kita pasarkan.
2.1. Ada produk atau jasa, pastikan bahwa cara mendapatkan dan menggunakan produk / jasa kita dijelaskan dengan tepat kepada pelanggan demikian juga manfaat – manfaatnya, Rincilah apa yang istimewa atau yang unik tentang produk / jasa dan bagaimana memberi manfaat atau organisasi yang ingin kita raih.
2.2.  Penawaran.
Penawaran mungkin hanyalah salah satu unsur strategi, akan tetapi dapat berpengaruh besar pada hasil – hasil yang akan kita capai. Penawaran itu harus sesuai dan layak untuk pasar sasaran kita, dalam hal ini semakin cepat pasar sasaran kita memahami apa penawaran yang kita tawarkan dan apa yang terkandung didalamnya, bagi mereka akan semakin besar peluang mencapai keberhasilan.
2.3. Media, cara yang paling efisien dan efektif untuk mencapai orang – orang yang perlu anda raih ( untuk mencapai target ).
2.4. Pelaksanaan yang kreatif, strategi yang kreatif harus merupakan bagian yang fleksibel.
2.5. Penentuan waktu, seringkali cara yang paling baik untuk menyusun hal ini adalah menggunakan batas waktu khusus yang dipaksakan kepada kita karena sifat produk atau jasa yang kita promosikan. Sebagai contoh : Bila kita menyelenggarakan seminar.
2.6. Ramalan Perusahaan, adalah tingkat penjualan perusahaan yang diharapkan berdasarkan rencana pemasaran yang dipilih dan lingkungan pemasaran yang diasumsikan, dua konsep yang harus diperhatikan sehubungan dengan ramalan pemasaran yaitu :
          
      Quota Penjualan : Kumpulan sasaran penjualan produk, divisi perusahaan, atau pramuniaga yang merupakan peralatan manajer yang utama dalam mendefinisikan dan merangsang usaha penjualan.
          Anggaran Penjualan : Estimasi yang cermat terhadap volume penjualan yang diharapkan dan terutama digunakan dalam melakukan pembelian dan keputusan – keputusan.

2.7. Potensi perusahaan, adalah batas yang dicapai perusahaan pada saat usaha pemasaran perusahaan meningkat relatif terhadap pesaing.
Pkl. 13.00 – 18.00 WIB
Pendamping :
1. Dedi B.
2. Benny Sitorus
Koordinator :
1. Dadang
2. Suwandi

Ttd
6.
Sabtu, 2 November 2013
Product       
1.    Pengertian Product adalah semua yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan pemakainya.
Keputusan produk memiliki produk meliputi beberapa tahap, yaitu :
       a.       Atribut produk, merupakan pengembangan produk dan jasa dan memerlukan pendefinisian manfaat – manfaat yang akan ditawarkan. Manfaat – manfaat tersebut kemudian dikomunikasikan dan disampaikan melalui atribut – atribut produk seperti kualitas, fitur, serta gaya dan desain.
      b.  Pemberian merk, memperkenalkan perluasan lini ( dalam hal ini merk yang telah ada diubah kedalam bentuk, ukuran, dan rasa yang baru untuk kategori yang sudah ada. Perluasan merk, aneka merk, dan merk baru.
      c.   Pengemasan merupakan kegiatan mendesain dan memproduksi atau pembungkus produk. Kemasan dapat berupa wadah utama produk, kemasan yang telah dikhususkan untuk menyimpan, mengidentifikasi, dan mengirim produknya.
       d.   Pelabelan, kepentingan identifikasi, penentuan jenjang, uraian, penjelasan, serta promosi. Pelabelan dapat bervariasi mulai dari tanda pengenal produk yang sederhana hingga produk yang rumit yang merupakan bagian dari pemasang.
      e.      Pelayanan, Perusahaan perlu menjaga hubungan baik dengan konsumen dengan cara memberikan pelayanan yang baik, harga yang bersaing melalui promosi yang lebih menarik, perusahaan harus menyusun dan mengembangkan jasa pelayanan pada pelanggan menurut yang diinginkan oleh pelanggan.
Pkl 11.00 – 15.00 WIB
Pendamping :
1. Andro Damanik
2. Darel Akhir Syawal
Koordinator :
1. Dadang
2. Suwandi

Ttd
7
Rabu, 6 November 2013
1.       Strategi dan Proses Pengembangan Produk Baru
                                    









2.       Siklus Hidup Produk
1.1. Sumber- sumber yang bisa digunakan untuk mendapatkan gagasan produk baru, a/l :
             - Pelanggan
                           -  Karyawan
                          -   Penyalur, dan
             - Pesaing
1.2. Melakukan penyaringan Gagasan yang didapat, dengan tahap :
              - Penyaringan
              -  Uji Coba
1.3. Mengembangkan gagasan yang lolos penyaringan menjadi beberapa alternative konsep produk.
1.4.    Pengembangan Strategi Pemasaran
1.5.    Analisis usaha dengan mengevaluasi daya tarik usulan usah baru.
1.6.    Pengembangan produk yang lolos dari uji analisis usaha
1.7.    Pengujian Pasar

2.1. Tahap Perkenalan Produk, dimana produk baru pertama kali didistribusikan dan tersedia untuk dibeli konsumen.

Strategi pemasaran dalam tahap perkenalan produk, a/l :
 Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming Strategy)
        Strategi Peluncuran Lambat (Slow Skimming Strategy)
        Strategi Penetrasi Cepat (Rapid Penetration Strategy)
        Strategi Penetrasi Lambat (Slow Penetration Strategy)
2.2. Tahap Pertumbuhan Produk (Growth)
        Rapid Growth
        Slow Growth
2.3. Tahap Kedewasaan Produk (Maturity), yang memiliki 2 strategi utama,  yaitu :
        Defensive Strategy
        Offensive Strategy
Dan beberapa strategi alternative, yaitu :
        Strategi Perbaikan Mutu
        Strategi Perbaikan Ciri
        Strategi Perbaikan Model
        Modifikasi Pasar
        Dll
2.4. Tahap Kemunduran (Decline), dan alternative-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun.
Pkl 16.00 – 19.30 WIB
Pendamping :
1. Cahya Drajat
2. Rio Bagas
Koordinator :
1. Dadang
2. Suwandi

Ttd
8
Sabtu, 9 November 2013
Komunikasi yang efektif
Dalam kegiatan ini menjelaskan dimana koperasi dapat menyebarkan informasi, mempengaruhi dan meningkatkan produk agar konsumen bersedia membeli, menerima dan setia kepada produk yg ditawarkan produsen artinya tidak plin-plan pada penawaran produk.
Bauran promosi :
Ada 7 cara promosi yaitu :
1.       Iklan : struktur dan susunan kmunikasi non-personal yang dibiayai dan hanya promosi tentang produk buasanya dimuat dalam media.
2.       Promosi penjualan : penjualan jangka pendek untuk mendorong hsrat untuk membelu produk, biasanya dengan harga yang lebih murah atau dengan hadiah setiap pembelian dengan tujuan mengenalkan produk pada masyarakat.
3.       Acara & pengalaman : kegiatan atau program yang disponsori koperasi untuk menciptakan interaksi tentang merk.
4.       Penjualan pribadi : pengajian pribadi oleh tenaga penjual perusahaan dengan tujuan menjual dan membina hubungan baik dengan pelanggan.
5.       Hubungan masyarakat : membina hubungan baik dengan berbagai kelompok masyarakat
.
6.       Hubungan masyarakat dan publisitas : berbagai program koperasi untuk melindungi citra koperasi.
7.       Pemasaran langsung : cara - cara berkomunikasi untuk menyebar produk.
Komunikasi pemasaran terpadu :
8 langkah dalam program komunikasi dan promosi total yang efektif :
1.       Mengidentifikasi konsumen sasaran : menjelaskan tata cara menganalisa pembeli potensial produk koperasi dan menetapkan target konsumen.
2.       Menentukan tujan komunikasi : komunikator harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari konsumen, seperti pembelian dan kepuasan konsumen yang tinggi dan cerita dari mulut ke mulut yang baik.
3.       Merancang komunikasi : menjelaskan tentang penyusunan ucapan dalam mempromisikan produk.
4.       Memilih saluran komunikasi : menjelaskan cara promosi melalui saluran komunikasi pribadi yaitu komunikasi 2 orang melalui telefon atau e-mail, non pribadi atau langsung dalam kelompok madyarakat, dan integrasi melalui media massa.
5.       Menetapkan total anggaran promosi : mmenjelaskan etode - metode untuk biaya- biaya yang harus dikeluarkan pada saat promosi.
6.       Menentukan bauran media : Campuran khusus untuk promosi melalui berbagai media.
7.       Membuat keputusan promisi : menjelaskan tentang marketing mix atau pencmpuran sarana untuk berpromosi.
8.       Mengukur hasil komunikasi : biasanya dapat diukur dengan mengetahui keputusan konsumen seperti membeli produk.
Pkl 11.00 – 16.00 WIB.
Pendamping :
1. Benny Sitorus
2. Darel Akhir Syawal
Koordinator :
1. Dadang
2. Suwandi

 Ttd
9.
Senin, 23 Desember 2013
Teknik Penjualan dan Pemasaran       
Faktor – faktor yang mempengaruhi penjualan :
      1.       Kondisi dan kemampuan penjual
      2.       Kondisi pasar
      3.       Modal
      4.       Kondisi organisasi perusahaan
      5.       Faktor lainnya
Berbagai tugas manajemen penjualan antara lain yang dapat dilakukan agar berhasil sebagai manajer penjualan :
      1.       Memanusiakan manusia
      2.       Menjadi manajer efektif dengan memenangkan hati bawahan
      3.       Penghubung antara wiraniaga dengan manajemen
      4.       Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktif
     5.       Harus bisa memotivasi
     6.       Punya keterampilan komunikasi
     7.       Bisa mengambil keputusan dalam satu masalah dengan cepat
5 alasan utama masyarakat menolak produk atau layanan :
         1.       Harga
         2.       Loyalitas kepada pemasok lama
         3.       Tak mampu membuat keputusan
         4.       Faktor produk yang kurang kompetitif
          5.       Tidak menyukai perusahaan, sistem, dan penjualan
Kekuatan dan kelemahan personal selling  :
           1.       Penjelasan secara detail atau demonstrasi
           2.       Diarahkan kepada prospek yang berkualitas
           3.       Melakukan interakasi 2 arah
            4.       Menyesuaikan pesan dengan situasi yang sedang dihadapi dan kebutuhan konsumen
            5.       Mengurangi dan meminimalkan gangguan dalam komunikasi
            6.       Keterlibatan dalam proses keputusan
             7.       Biaya penjualan dapat disesuaikan secara terkendali
             8.       Lebih efektif dari variabel promosi lainnya
Pkl. 09.00 – 13.00 WIB.
Pendamping :
1.       Andro Damanik
2.       Benny Sitorus
Koordinator :
1.       Dadang
2.       Suwandi
      Ttd
10.
Jumat, 27 Desember 2013
Saluran Distribusi     
Saluran distribusi adalah sistem yang menghubungkan manufaktur ke pelanggan maupun saluran untuk konsumen dan produk industri sama.
Saluran distribusi terdiri dari sekumpulan orang dan perusahaan yang terlibat dalam pemindahan atas produk dimana produk berpindah dari produsen ke konsumen atau pemakai bisnis.
Fungsi utama dari saluran distribusi adalah untuk  menyediakan link antara produksi dan konsumsi.
Contohnya yaitu :
       1.       Informasi
       2.       Promosi
       3.       Kontak
       4.       Penyesuaian
       5.       Negosiasi
       6.       Distribusi Fisik
       7.       Mengambil resiko
Contoh tingkat saluran distribusi untuk saluran pemasaran konsumen :
       1.       Channel 1 disebut direct marketing
        2.       Channel 2 berisi 1 perantara
        3.       Channel 3 berisi 2 tingkat perantara
Jenis – jenis saluran distribusi barang dan jasa :
         1.       Produsen ke konsumen ( Umumnya Jasa ) contohnya Bengkel, rumah makan, pangkas rambut, salon dan panti pijit
         2.       Produsen ke retailler ke konsumen. Contohnya es krim, koran, dan lain – lain
         3.       Produsen ke wholesaller ke retailler ke konsumen. Contohnya mie instant, beras, sayurmayur, minuman dalam kemasan dan lain – lain .
        4.       Produesen  ke agen ke wholesaler ke retailler ke konsumen. Contohnya barang impor
              5.       Produsen ke industri ( produsen ) contohnya pabrik mie telor menjual ke pedagang  mie ayam gerobak keliling
              6.       Produsen wholesaller ke industri atau produsen. Contohnya, suatu distributor membeli mesin berat dari luar negeri untuk dijual ke pabrik dalam
negeri
Faktor – faktor untuk pertimbangan memilih distribusi ;
      1.       Pertimbangan pengguna akhir
      2.       Karakteristik produk
      3.       Kemampuan dan sumber daya pabrikan
      4.       Fungsi – fungsi yg disyaratkan
      5.       Ketersediaan dan ketrampilan perantara.
Pkl. 13.00 – 17.00 WIB
Pendamping :
1.       Rio Bagas
2.       Dedi butarbutar
Koordinator :
1.       Dadang
2.       Suwandi
              Ttd
11.
Senin, 6 januari 2014
Pengaruh dan kendala penetapan harga
1.       Strategi perusahaan dan strategi pemasaran.
Memperhatikan pendistribusian  sumber daya yang ada pada daerah fungsional dan pasar produk dalam upaya memperoleh suistenable advantage
2.       Karakteristik pasar sasaran .
Proses membagi pasar menjadi kelompok – kelompok pelanggan yang berbeda seuai target marketing
3.       Karakteristik produk.
Produk dapat didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya.
4.       Karakteristik competitor.
Meliputi, jumlah prusahaan dalam industri, ukuran relatif setiap anggota dalam industri, diferesnsiasi produk, kemudahan untuk memasuki industri yang bersangkutan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi harga :
  1. Kurva permintaan yaitu Kurva yang menunjukan tingkat pembelian pasar pada berbagai harga
  1. Persaingan yaitu Jika suatu industri untuk dimasuki maka perusahaan yang ada akan sulit mempengaruhi atau mengendalikan harga
  1. Pelanggan, yaitu Didasarkan pada beberapa faktor yang terkait dan sulit memperkirakan hubungan antar faktor secara akurat
  1. Biaya
Strategi penetapan harga :
Merupakan suatu masalah jika perusahaan akan menetapkan harga untuk pertama kalinya. Ini terjadi jika perusahaan memperoleh produk baru.

Dalam menetapkan harga jual mempertimbangkan :
  1. Harga pokok jual barang
  2. Harga barang sejenis
  3. Daya beli masyarakat
  4. Jangka waktu perputaran modal
  5. Peraturan – peraturan
Penetapan harga harus memperhatikan hal – hal berikut :
  1. Kondisi pasar
  2. Harga produk saingan
  3. Elastisitas permintaan
  4. Diferensiasi
  5. Pemahaman fungsi ekonomi saat ini dan perkiraan ke depan
Tujuan dan strategi penetapan harga global :
  1. Market skimming Usaha secara sistematis untuk menjangkau segmen pasar yang bersedia membayar harga premium untuk suatu produk
  1. Penetration pricing Pabrik berskala efisien dan rendahnya upah tenaga kerja memungkinkan perusahaan merebut pasar
  1. Market holding Strategi ini diikuti pula, strategi merespon setiap penyusaian harga oleh para pesaing.
Pkl. 09.00 – 15.00 WIB
Pendamping :
1.       Cahya Drajat
2.       Benny Sitorus
Kooridnator :
1.       Dadang
2.       Suwandi
          Ttd
12.
Kamis, 16 Januari 2014
Kepuasan Pelanggan 
Kepuasan adalah senang atau kecewa seseorang sebagai hasil dari perbandingan antara prestasi atau produk yang dirasakan dan yang diharapkan. Sesuai dengan kepuasan konsumen dan kinerja atau hasil yang dirasakan .
Faktor – faktor pendorong kepuasan pelanggan :
         1.       Kualitas produk
Pelanggan akan merasa puas setelah membeli dan menggunakan produk tersebut yang memiliki kualitas yang baik.
          2.       Kualitas jasa
Pelanggan merasa puas apabila mereka memperoleh jasa yang baik sesuai yang diharapkan dari pegawai maupun karyawan koperasi atau perusahaan lainnya.
        3.       Biaya atau kemudahan
Untuk mendapatkan produk atau jasa, artinya kenyamanan dan efisien dalam mendapatlan suatu produk atau jasa serta mudah mendapatkan jasa produk tersendiri dengan nilai kepuasan bagi pelanggan.
Faktor emosional kepuasan bukan karena kualitas produk tetapi harga diri atau nilai sosial yang menjadikan pelanggan puas terhadap merek produk.
Pengukuran kepuasan pelanggan
Perlunya survei kepuasan pelanggan, artinya survei perusahaan akan memperoleh tanggapan balik secara langsung dari pelanggan dan sekaligus juga memberikan tanda positif bahwa perusahaan juga menaruh perhatian terhadap pelanggannya.

Pengukuran kepuasan tersebut melalui metode :
       1.       Melakukan pengukuran secara langsung melalui pertanyaan tentang tingkat kepuasan pelanggan
        2.       Besarnya harapan terhadap atribut tertentu dan besarnya kinerja yang mereka rasakan
        3.       Pelanggan diminta untuk mengungkapkan masalah yang dihadapi berkaitan dengan produk atau jasa dan memberikan saran – saran perbaikan.
Mempertahankan loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan di era kompetisi bisnis yang semakin ketat seperti saat ini. Pentingnya loyalitas pelanggan bagi perusahaan sudah tidak diragukan lagi, banyak perusahaan sangat berharap dapat mempertahankan pelanggannya dalam jangka panjang, bahkan jika mungkin untuk selamanya.
Faktor yang mendorong loyalitas pelanggan :
        1.       Loyalitas merek
Merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam strategi pemasaran.
Loyalitas suatu komitmen yang mendalam untuk melakukan pembelian ulang produk atau jasa yang menjadi preferensinya secara konsisten di masa yang akan datang dengan cara membeli ulang merek yang sama meskipun ada pengaruh situasional dan usaha pemasaran yang dapat menimbulkan perilaku peralihan.
Faktor – faktor  yang mendorong loyalitas konsumen :
       1.       Produk
Kualitas produk merupakan mutu dari semua komponen – komponen yang membentukj produk sehingga produk mempunyai nilai tambah untuk dijual dan dinikmati oleh konsumen.
      2.   Hubungan kepuasan dengan konsumen Sangat erat hubungannya karena konsumen tidak mungkin membeli suatu barang apabila barang tersebut tidak mempunyai arti atau tidak memberikan kepuasan tertentu kepada konsumen.
       3.    Harga yang bersaing
Dengan efisiensi baik di produksi maupun di manajemen dapat menetapkan harga yang wajar dan kompetitif.
         4.       Pelayanan dan informasi yang maksimal
         a.       Memberikan pelayanan dan informasi yang dibutuhkan konsumen secara penuh.
         b.      Jaminan merupakan yang ditawarkan oleh perusahaan untuk pengembalian harga pembelian atau mengadakan perbaikan terhadap produk yang rusak atau hilang setelah pembelian
          c.       Adanya respon dan pemecahan masalah.
           d.      Sistem pengiriman produk tepat waktu yang meliputi sistem distribusi, pemasok, pabrikan, dan perantara sebagai unit yang terpadu dan terkoodinir.
       5.       Citra peusahaan
        6.       Kinerja atau pretasi karyawan
          a.       Kinerja produk atau sistem pengiriman tergantung pada bagaimana semua bagian organisasi bekerja sama dalam pemenuhan kepuasan konsumen
           b.      Bisnis telah menemukan bahwa kesadaran akan keinginan konsumen dan pelatihan karyawan membantu mereka memenuhi tanggung jawab
            c.       Pengalaman karyawan
Merupakan semua hubungan antara konsumen dengan karyawan khususnya dalam hal komunikasi dan informasi yang berhubungan dengan produk dan pembelian.
       d.       kemudahan dan kenyamanan
Merupakan segala yang diberikan perusahaan kepada konsumen dalam mendapatkan produk yang dijual
       7.       Persaingan
Kelemahan dan kekuatan para pesaing juga mempengaruhi kepuasan konsumen dan merupakan peluang untuk memperoleh keunggulan bersaing.
        8.       Kebutuhan mendadak konsumen bisa dipenuhi.
Artinya persiapan persediaan yang cukup dengan didukung oleh sarana yang selalu siap untuk mengantisipasi permintaan mendadak dari konsumen.
Pkl. 09.45 – 15.45 WIB
Pendamping :
1.       Darel Akhir Syawal
2.       Andro Damanik
Koordinator :
1.       Dadang
2.       Suwandi
            Ttd